Senin, 10 Juni 2013

Persiapan Pertolongan Pada Persalinan

Tindakan Dalam Menolong Si Ibu Agar Persalinan Lancar 
Pada kesempatan ini saya akan mencoba membahas mengenai tindakan apa saja yang harus di persiapkan untuk pertolongan pada persalinan karena pada artikel yang lalu kita telah membahas mengenai trauma pada bayi yang baru lahir yang biasanya terjadi akibat dari kesalahan penanganan semasa dan sesudah proses persalinan. Oleh karena itu artikel kali ini akan membahas mengenai persiapan pertolongan persalinan standar yang wajib diketahui oleh para praktisi bidan agar tidak terjadi hal-hal yang yang menyebabkan trauma pada bayi.
Berikut adalah beberapa tahap tindakan persiapan pertolongan persalinan :
  • Tindakan asepsis dan antisepsis perlu diperhatikan pada Vulva dan sekitarnya dibersihkan dengan sempurna, penolong mencuci tangan, memakai sarung tangan steril, baju khusus untuk kamar bersalin, tutup kepala dan masker. Kaki, perut dan bokong ibu ditutup dengan kain steril, hanya bagian vulva yang terlihat.
  • Dengan adanya pengejanan yang berulang kali, kepala akan membuka vulva. Bila kepala terlihat dengan diameter- 6-8 cm, perineum ditahan dengan kain steril, supaya lahirnya dagu dapat dihambat. Bersamaan dengan tindakan.tersebut, tangan lain menahan belakang kepala (oksiput) supaya tidak terjadi defleksi yang cepat. Tindakan semacam mi disebut tindakan manipulasi secara Ritgen.
  • Lahirnya kepala diarahkan, hingga lingkaran yang melalui vulva adalah yang terkecil (lingkaran kepala oksipito-bregmatikus)
  • Setelah kepala lahir bersihkanlah mulut dan hidung bayi dengan kasa steril. Periksalah apakah tali pusat melilit leher. Biasanya lilitan tak begitu erat sehingga mudah dilonggarkan, tetapi kalau terlalu erat, guntinglah tali pusat.
  • Tidak lama setelah kepala lahir akan terjadi putaran paksi luar, karena di vulva bahu berada dalam jurusan muka-belakang. Kemudian akan diikuti lahirnya bayi secara spontan, mula-mula bahu belakang kemudian bahu depan. Kalau bahu tak dapat lahir spontan, perlu dibantu dengan cara kepala dipegang biparetal dengan dua tangan dan kepala ditarik ke belakang sampai bahu depan di bawah simfisis dengan bahu depan sebagai hipomokhlion kepala ditarik ke depan untuk melahirkan bahu belakang. Tindakan ini dalam keadaan normal dapat dilaksanakan. Penarikan kepala ke bawah dan ke atas tidak boleh dilakukan terlalu kuat, karena bisa mengakibatkan kelumpuhan lengan.
  • Begitu bahu lahir, badan bayi akan segera mengikuti. Jangan sekali kali menggait ketiak dengan telunjuk, karena tindakan ini dapat merusakkan syaraf lengan. Segera setelah bayi lahir, bersihkaplah jalan napas dengan mengisap lendir atau air ketuban yang masuk mulut, hidung, kerongkongan dan lambung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar